Langsung ke konten utama

Postingan

O ALLAH, WHY ALWAYS ME? PART 1

     O ALLAH, WHY? ALWAYS ME?        O Allah, Why? Always Me? Oleh : Malika Defani Fajrin   Aku, Erlangga, berlari di bawah cahaya gelap rembulan, menyusuri gang-gang sempit di tengah kota. Nafasku tersengal-sengal, dikejar oleh sosok manusia yang menikmati penderitaanku. Mereka tidak peduli dengan kehidupan sosial atau perlindungan terhadap sesama. Yang ada di pikiran mereka hanyalah cara baru untuk menyiksaku. Dengan segenap kekuatan, aku berhasil meloloskan diri dari ikatan tali tambang yang membelenggu tangan dan kakiku. Teman asrama, seorang sahabat setia, menyelipkan pisau kecil ke tanganku. Dia tidak bisa membantuku secara langsung karena takut ketahuan oleh para penyiksa itu. Namun, keberaniannya memberiku harapan.   Pada tahun pertama di asrama, aku menjalani tugas-tugas kecil hingga besar tanpa menyadari bahwa orang-orang yang seharusnya menjadi pelindungku adalah ancaman terbesar. Tahun kedua, mereka mulai beran...

WHY? ALWAYS THEM? WHY NOT ME?

  Why? Always Them? Why Not Me? Oleh : Malika Defani Fajrin   Mengapa manusia berlomba-lomba untuk menjadi seperti orang lain? Padahal mereka adalah individu unik yang tidak mungkin dimiliki orang lain. Mengapa kamu ingin menjadi seperti orang lain? Padahal, mereka pun ingin menjadi seperti kamu. RASA TIDAK PUAS - Ketika kamu merasa tidak puas dengan diri sendiri, rasa itu menimbulkan keinginan untuk bersaing dengan orang lain. Tanpa kamu sadari, kamu telah melukai diri sendiri. Mengapa kamu terus-menerus mengeluh bahwa kamu terluka atau dilukai oleh orang lain? Mengapa tidak bercermin, karena kamulah yang menaruh harapan lebih kepada orang lain agar kamu menjadi seperti mereka. Itulah sebabnya kamu terluka. Terkadang, memang ada beberapa hal yang seharusnya kamu terima, tetapi mungkinkah ketika hal itu belum sampai ke dirimu, kamu akan memaksanya untuk segera mendatangimu? BAGIAN - Itu adalah bagian mereka. Kamu pun memiliki bagianmu masing-masing. Bisakah kamu menunggu...

KESENDIRIAN MEMBUNUHKU SECARA PERLAHAN

KESENDIRIAN MEMBUNUHKU SECARA PERLAHAN  KESENDIRIAN MEMBUNUHKU SECARA PERLAHAN  Pernah ku merasakan kesepian sampai setengah mati, mendekap rasa di tengah kesendirian, memeluk raga di tengah kegelapan, menangis di tengah kesunyian, menahan amarah yang sebenarnya ingin ku ungkapkan, namun tak mampu ku lepaskan. Pernah ku juga, merasakan bahagia, terlalu bahagia sampai tak ingat kematian, tertawa lepas tanpa beban yang terpasang. Aku pernah menjadi manusia yang paling bahagia di muka bumi ini. Misalnya, ketika aku masih kecil, setiap hari Minggu adalah hari paling bahagia karena ayah selalu mengajakku pergi ke taman bermain. Di sana, kami menghabiskan waktu bermain ayunan, perosotan, dan makan es krim bersama. Tawa dan senyum ayah membuatku merasa sangat dicintai. Kenangan indah ini selalu terpatri dalam ingatanku, memberi kebahagiaan yang sulit digantikan. Namun, pada akhirnya aku menemukan titik di mana aku terlalu kecewa pada pilihan yang telah ku pilih, pada pilihan yang sel...

PANTAI

  Sore itu di tepi pantai Aku menunggu hadir mu kembali Meski cinta tak kunjung usai Aku tetap berharap menunggumu di sini   Dikala ombak menerjang ku Aku tetap berdiri di antara kaki ku yang lemah Walau cinta dan hati tak pernah bisa pergi Aku tetap menjadi bagian dirimu, spesial   Suara angin pantai yang bertiup di sekelilingku Mengahaluskan lamunanku di tengah keraguan ini Meski hati telah di telan asa Aku terus menguatkan hati   Namun, aku tetap pada pendiriankku Mencintaimu tanpa pasang surut hati.

BAGAIMANA HARI MU

Bagaimana Hari Mu?  Saya Harap Ini Berjalan Dengan Baik.   Bagaimana harimu? Saya harap ini berjalan dengan baik. Hei kamu, iya kamu. Orang baru yang baru saja ku temui. Aku tidak tahu apa kehidupanmu sebelumnya, dan aku tidak tahu apa latar belakangmu sekarang. Namun, percayalah hatiku memilihmu untuk hadir dalam kehidupanku. Hatiku mengizinkanmu untuk turut serta menjalankan aktivitasku. Kita mungkin baru saja berbicara, namun satu hal yang harus kamu ketahui adalah bahwa aku bisa belajar sesuatu darimu yang sebelumnya tidak pernah aku pahami. Lelucon yang kamu lontarkan, suasana senang yang kamu ciptakan, perilaku-perilaku positif yang kamu jalankan, dan nasihat-nasihat yang dapat ku ingat di mana pun dan kapan pun. Misalnya, saat aku bertemu dengan teman baru di tempat kerja bernama Dela dan Desi. Awalnya, aku merasa canggung untuk berbicara dengan mereka. Namun, Dela dengan sifatnya yang ramah dan Desi yang ceria berhasil mencairkan suasana. Setiap hari, mereka ...

MERINDU LAGI

Merindu Lagi  Merindu Lagi Hari dimana kita bersenang-senang, bergembira bersama, selalu berpergian setiap kali ada waktu yang tersisa.  Kamu dan aku, pernah menjadi sepasang kekasih yang didambakan banyak orang. Tak sedikit juga seseorang yang menjatuhkan harga diri ku, agar bisa bersama mu. Pernah terjadi suatu peristiwa, yang melahirkan rasa ketidakpercayaan yang begitu tinggi pada masyarakat, namun aku tetap hadir di tengah-tengah mereka yang membencimu untuk membela mu. Dan aku tetap berada di pihakmu. Namun, sadarkah kamu bahwa sikap mu kini menyakiti dan melukai ku? seolah-olah perjuanganku telah sirna begitu saja? Kamu pergi begitu saja, tanpa meninggalkan pesan kepada ku. Aku terus meyakinkan diriku bahwa "kita selalu bersama" namun, kenyataannya sekarang adalah aku hanyalah seorang diri.  Lantas, kenangan yang telah kita ciptakan bersama, hilang begitu saja? Tidak adil rasanya, jika hanya aku yang tersakiti oleh sikapmu. Sedangkan kamu, berbahagia dengan kehidup...

DALAM DIAM HATIKU MENANGIS TANPA SUARA

   Dalam Diam, Hatiku Menangis Tanpa Suara     Dalam Diam, Hatiku Menangis Tanpa Suara Oleh : Malika Defani Fajrin     Masa kecil adalah masa terindah yang setiap orang miliki atau rasakan. Sekecil apa pun hal yang dapat membuat kita sedih, marah, dan gembira, semuanya akan menjadi kenangan yang tersimpan. Sejak usia 5-6 tahun, anak-anak mulai menyimpan memori halus dan kasar dalam diri mereka. Tak sedikit dari mereka yang menerima atau bahkan mendapatkan kenangan terburuk, terjahat, dan tersedih di dalam otaknya. Meski begitu, tidak sedikit juga anak-anak yang sepenuhnya memegang kendali atas peristiwa-peristiwa indah di masa kecilnya. Misalnya, seorang anak bernama Fani yang tumbuh di desa kecil dengan pemandangan alam yang menakjubkan. Setiap sore, Fani dan teman-temannya bermain di sawah, berlarian di antara tanaman padi, dan membuat permainan dari benda-benda alam. Suatu hari, mereka menemukan bunga liar yang indah dan memutuskan untuk membua...