Langsung ke konten utama

MERINDU LAGI

Merindu Lagi 







Merindu Lagi


Hari dimana kita bersenang-senang, bergembira bersama, selalu berpergian setiap kali ada waktu yang tersisa. 

Kamu dan aku, pernah menjadi sepasang kekasih yang didambakan banyak orang. Tak sedikit juga seseorang yang menjatuhkan harga diri ku, agar bisa bersama mu.

Pernah terjadi suatu peristiwa, yang melahirkan rasa ketidakpercayaan yang begitu tinggi pada masyarakat, namun aku tetap hadir di tengah-tengah mereka yang membencimu untuk membela mu. Dan aku tetap berada di pihakmu.

Namun, sadarkah kamu bahwa sikap mu kini menyakiti dan melukai ku? seolah-olah perjuanganku telah sirna begitu saja?

Kamu pergi begitu saja, tanpa meninggalkan pesan kepada ku. Aku terus meyakinkan diriku bahwa "kita selalu bersama" namun, kenyataannya sekarang adalah aku hanyalah seorang diri. 

Lantas, kenangan yang telah kita ciptakan bersama, hilang begitu saja? Tidak adil rasanya, jika hanya aku yang tersakiti oleh sikapmu. Sedangkan kamu, berbahagia dengan kehidupan mu yang sekarang.

Di tepi danau ini, tempat kita memulai semuanya. Aku meninggalkan bekas luka mu disini, dan meninggalkan semua kenangan yang terhubung dengan mu, disini semua.

Sekarang, aku hanyalah pribadi yang biasa saja. Tanpa rasa, apapun lagi padamu. Bahkan mengingat kenangan kita bersama saja pun aku tidak mau. 

Akan ku terobos semua jalan yang telah aku tinggalkan, untuk diriku yang telah lama merindumu lagi, namun hatiku tetap membencimu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembentukkan Karakter Anak Sebelum Terjun ke Dunia Pendidikan yang Sebenarnya

     KETIKA  AYAH IBU TELAH MENGERTI PERANNYA MASING-MASING!     Pendidikan berawal dari kita ketika didalam kandungan. Ibu kita membaca cerita dongeng, bernyanyi dengan riang, mengajarkan cara kita berdoa'a, dan Ayah kita mengajarkan cara berbicara yang baik. Saat kita hadir di dunia ini, kita diberikan pelukan pertama oleh ibu kita yang telah berjuang mempertaruhkan nyawanya hidup dan mati untuk menghadirkan kita di dunia ini. Saat kita menangis ketika baru lahir disitulah peran pendidik ibu dimulai,  dan kita lihat secara nyata.       Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, namun tak luput jua seorang Ayah sebagai pemegang kurikulum dan fasilitator untuk berjalanya pendidikan non formal bagi anak ketika berada dirumah. Ketika, ibu mengajarkan kata perkata huruf, susunan angka, bahkan mengajarkan agama kepada anak-anaknya di usia dini, itu berdampak besar bagi mereka pada saat mereka masuk ke dunia pendidikan formal ya...

SUDUT BUNTU

  APA YANG KALIAN KETAHUI TENTANG PERANG ABSTRAK? Disudutkan dengan sesuatu yang mengganggu jalan fikir kita bahkan bisa menjadi ancaman seluruh manusia. Kabar itu datang secara tiba-tiba dan mengagetkan orang personal. Diakibatkan, karena kelalaian kita dalam mengawasi gerak-gerik musuh. Terlalu lama kita berdiam diri dan berleha-leha dalam kehidupan yang megah. Sampai pada di titik, membangunkan adrenalin kita yang berimbas kepada gerakan-gerakan perlindungan.  Langkah pertama, yang terbesit difikiran kita pastilah bagaimana melindungi keluarga kita dari serangan musuh. yang padahal banyak nyawa yang harus di selamatkan. Ketar-ketir mencari benteng perlindungan agar bisa menjadi tombak yang menghancurkan. Tetapi, tetap saja musuh ada didepan mata. Percakapan dan kesepakatan adalah langkah awal untuk mencegah pertengkaran. Yang pada akhirnya menyetopkan pengiriman barang kepada pihak lawan yang sedang berseteru. Pihak lawan pun menjadi ketar-ketir karena bagaimana bisa ra...

STOP MENJADI ALAT PRAKTIK SUATU LEMBAGA

         BAGAIMANA CARA MENGETAHUI BONEKA BERJALAN? Mengatasnamakan rasa juga enggan melupa semua kejadian yang begitu memprihatinkan seperti sengaja dihilangkan atau dilupakan masyarakat. Duka dan perih masih dirasakan oleh keluarga yang ditinggalkan. Dengan kekuasaan yang kini kau pegang sudah bisa membangun bahkan melenyapkan orang. Pantas saja orang sepertimu melakukan hal seperti itu, karena hati dan mata mu sudah tertutup. Roh yang dibalut dengan jiwa disebut manusia, hati dan fikiran semestinya yang menjalankan. Tetapi, kamu bersikap seolah dikendalikan. Yaps, benar. Kamu adalah boneka nya. Dia adalah pemiliknya. Atau bisa disebut juga kamu adalah wayangnya sedangkan mereka adalah dalangnya. Sulit memang menjangkau fikiran orang dewasa, tetapi sangat mudah membaca tindakan bodoh yang dilakukan oleh orang dewasa. Hal konyol apa yang semestinya tidak ditampakan oleh orang dewasa. Bersikap bijaksana namun ingkar dengan sifat bijaksana bahkan jauh melampa...