“Aku terlempar beberapa kilometer, nyawaku tak tertolong. Di persimpangan jalan ini, aku menghembuskan napas terakhirku.” -Erlangga- Aku, Dion, saksi atas peristiwa tragis teman sekamarku. Pada pukul 02.21 dini hari, Erlangga, teman sekamarku, ditemukan tergeletak di persimpangan jalan gang-gang kecil kota. Ada polisi yang membantu penyelidikan dan juga ambulans yang membawa jenazah temanku. Aku yang langsung kembali ke asrama pada malam hari itu di hutan, tidak tahu bahwa itu pertemuan terakhirku dengan Erlangga. Pagi hari pukul 09.40, polisi dan anggota lainnya mendatangi asramaku. Mereka ingin mencari tahu penyebab kematian temanku, Erlangga. Aku hanya bisa menatap mereka dari sudut kamar ini, sementara mereka mewawancarai kepala asramaku. Justru, mereka tidak tahu apa-apa. Akulah yang harus diwawancarai, bukan mereka. Di sudut lain, pelaku kejahatan sedang menyaksikan wawancara berlangsung. Aku geram melihatnya, tapi aku tidak bisa berkutik. Wajahnya biasa saja, tidak...