BAGAIMANA AKU BISA BANGUN KEMBALI, PADAHAL KEADAAN SUDAH BERBEDA BU? Kesedihan mendalam yang tak bisa ku utarakan dan juga tak bisa ku ungkapkan. Menangis dalam isak tangis yang begitu mendalam namun tidak bersuara tetapi mengalir deras air mata. Sangat sakit, perih, sesak dada betapa hebat kesedihan ini yaitu kehilangan ibu. Ibu adalah ibu negara kita didalam rumah, pembimbing kita didalam rumah, pedoman kita, pegangan kita dimana pun kita berada. Sangat tidak mampu melawan kesedihan ini, hanya ingin mengulang waktu dan menghabiskan waktu bersama ibu. Masakan yang sehari-hari dirumah, seringkali aku tolak bahkan aku komentari. Tidak semestinya aku melakukan itu, yang harus nya ku lakukan adalah tetap memakan masakan ibu.. Ongkos yang diberikan ibu sebenarnya sudah sangat kurang untuk dipakai belanja sehari-hari, tempe pun tidak mampu membeli, terkadang kita memaksa ibu untuk memberikan...