KESENDIRIAN MEMBUNUHKU SECARA PERLAHAN KESENDIRIAN MEMBUNUHKU SECARA PERLAHAN Pernah ku merasakan kesepian sampai setengah mati, mendekap rasa di tengah kesendirian, memeluk raga di tengah kegelapan, menangis di tengah kesunyian, menahan amarah yang sebenarnya ingin ku ungkapkan, namun tak mampu ku lepaskan. Pernah ku juga, merasakan bahagia, terlalu bahagia sampai tak ingat kematian, tertawa lepas tanpa beban yang terpasang. Aku pernah menjadi manusia yang paling bahagia di muka bumi ini. Misalnya, ketika aku masih kecil, setiap hari Minggu adalah hari paling bahagia karena ayah selalu mengajakku pergi ke taman bermain. Di sana, kami menghabiskan waktu bermain ayunan, perosotan, dan makan es krim bersama. Tawa dan senyum ayah membuatku merasa sangat dicintai. Kenangan indah ini selalu terpatri dalam ingatanku, memberi kebahagiaan yang sulit digantikan. Namun, pada akhirnya aku menemukan titik di mana aku terlalu kecewa pada pilihan yang telah ku pilih, pada pilihan yang sel...