Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2024

KESENDIRIAN MEMBUNUHKU SECARA PERLAHAN

KESENDIRIAN MEMBUNUHKU SECARA PERLAHAN  KESENDIRIAN MEMBUNUHKU SECARA PERLAHAN  Pernah ku merasakan kesepian sampai setengah mati, mendekap rasa di tengah kesendirian, memeluk raga di tengah kegelapan, menangis di tengah kesunyian, menahan amarah yang sebenarnya ingin ku ungkapkan, namun tak mampu ku lepaskan. Pernah ku juga, merasakan bahagia, terlalu bahagia sampai tak ingat kematian, tertawa lepas tanpa beban yang terpasang. Aku pernah menjadi manusia yang paling bahagia di muka bumi ini. Misalnya, ketika aku masih kecil, setiap hari Minggu adalah hari paling bahagia karena ayah selalu mengajakku pergi ke taman bermain. Di sana, kami menghabiskan waktu bermain ayunan, perosotan, dan makan es krim bersama. Tawa dan senyum ayah membuatku merasa sangat dicintai. Kenangan indah ini selalu terpatri dalam ingatanku, memberi kebahagiaan yang sulit digantikan. Namun, pada akhirnya aku menemukan titik di mana aku terlalu kecewa pada pilihan yang telah ku pilih, pada pilihan yang sel...

PANTAI

  Sore itu di tepi pantai Aku menunggu hadir mu kembali Meski cinta tak kunjung usai Aku tetap berharap menunggumu di sini   Dikala ombak menerjang ku Aku tetap berdiri di antara kaki ku yang lemah Walau cinta dan hati tak pernah bisa pergi Aku tetap menjadi bagian dirimu, spesial   Suara angin pantai yang bertiup di sekelilingku Mengahaluskan lamunanku di tengah keraguan ini Meski hati telah di telan asa Aku terus menguatkan hati   Namun, aku tetap pada pendiriankku Mencintaimu tanpa pasang surut hati.