O ALLAH, WHY? ALWAYS ME? O Allah, Why? Always Me? Oleh : Malika Defani Fajrin Aku, Erlangga, berlari di bawah cahaya gelap rembulan, menyusuri gang-gang sempit di tengah kota. Nafasku tersengal-sengal, dikejar oleh sosok manusia yang menikmati penderitaanku. Mereka tidak peduli dengan kehidupan sosial atau perlindungan terhadap sesama. Yang ada di pikiran mereka hanyalah cara baru untuk menyiksaku. Dengan segenap kekuatan, aku berhasil meloloskan diri dari ikatan tali tambang yang membelenggu tangan dan kakiku. Teman asrama, seorang sahabat setia, menyelipkan pisau kecil ke tanganku. Dia tidak bisa membantuku secara langsung karena takut ketahuan oleh para penyiksa itu. Namun, keberaniannya memberiku harapan. Pada tahun pertama di asrama, aku menjalani tugas-tugas kecil hingga besar tanpa menyadari bahwa orang-orang yang seharusnya menjadi pelindungku adalah ancaman terbesar. Tahun kedua, mereka mulai beran...