PADAHAL KEADAAN SUDAH BERBEDA BU?
Sangat sakit, perih, sesak dada betapa hebat kesedihan ini yaitu kehilangan ibu. Ibu adalah ibu negara kita didalam rumah, pembimbing kita didalam rumah, pedoman kita, pegangan kita dimana pun kita berada. Sangat tidak mampu melawan kesedihan ini, hanya ingin mengulang waktu dan menghabiskan waktu bersama ibu.
Masakan yang sehari-hari dirumah, seringkali aku tolak bahkan aku komentari. Tidak semestinya aku melakukan itu, yang harus nya ku lakukan adalah tetap
memakan masakan ibu..
Ongkos yang diberikan ibu sebenarnya sudah
sangat kurang untuk dipakai belanja sehari-hari, tempe pun tidak mampu membeli,
terkadang kita memaksa ibu untuk memberikan uang jajan kepada kita. Tetapi,
bagaimana kemampuan ibu untuk mengolah
uang seperkian yang tidak cukup untuk dibelanjakan. Tetapi, ibu tetap
memprioritaskan kita.
Dengan berkata, "ini, ibu ada uang
segini buat kamu jajan semoga berkah yaa, hehhee". Dengan ketawa manisnya,
kita tidak mengerti maksud ibu, bahwa ibu sangat dalam rintihannya dalam
menangis. Tetapi, kita abai dalam melihat senyuman itu, kita balas dengan
kecuekan dan ketidak pekaan kita. Sungguh tertutup hati dan mata kita.
Sekarang, aku harus apa? Untuk tetap bisa
menjalankan hidup ku sehari-hari? Bangku, yang biasa ibu tempati, kini tlah
kosong. Dapur, yang biasa berisik bunyi kincrangan wajan dan spatula kini telah
sunyi.
Suara dentuman yang setiap jam nya kita
dengar, kini telah hening dan hilang yaitu, suara ibu. Wahai ibu, dimana ibu
berada? Aku sangat merindukan ibu? Aku ingin memeluk ibu sekali saja.
Aku ingin meminta pendapat ibu tentang
bagaimana aku harus melangkah. Ibu adalah kotak suara ku. Dimana ada ibu disitu
aku bersuara. Kini, suara ku tlah hilang bu. Mata ku tlah tak sanggup
melihat. Air mata yang jatuh sudah tidak bisa di hapus.
Ibu.. bisakah ibu kembali? Kembali menuntun
jalan ku? Kini, kenyataan telah membawa ku, bu. Bahwa aku harus hidup sendiri. Bahwa
aku harus kembali ke masa dimana ada ibu sehari-hari. Yang bersemangat,
tersenyum, ceria, bebas berpendapat, dan kuat disegala hal,
Tetapi bagaimana aku bisa bangun kembali bu, padahal keadaan sudah berbeda?
Aku
mengalami gejolak kehidupan yang besar pertama kali dalam hidup ku, kehilangan
orang yang ku sayangi juga ku cintai, yaitu Ibu. Saat bersama ibu, aku merasa malu dan
enggan memeluk. Kini, aku merasa sangat membutuhkan pelukan ibu. Sikap keserakahan ku dan keegoisan ku menutup
diri ku untuk berkata jujur kepada ibu. “ibu, bahwa aku mencintai mu lebih
dari apapun. Tetapi, aku malu untuk mengungkapkannya. Aku merasa malu didepan
mu ibu, padahal aku ingin sekali memeluk mu”.
Keberanian yang ku pegang sekarang adalah
hasil jerih payah mu dalam mengingatkanku, bu. Pondasi yang sekarang kuat ku
pegang adalah hasil nasihat-nasihat mu, bu. Ibu, aku berharap kau bisa hadir
dalam pernikahan ku,bu. Bisa meminang anakku juga cucu mu, bu. Tetapi, kau
pergi begitu cepat lebih dari harapanku.
Aku mengerti sekarang, betapa hebatnya aku
lahir dari seorang ibu yang luar biasa dan betapa bodohnya aku baru menyadari
nya setelah kepergian ibu. Dari, lubuk hati ku yang paling dalam semoga
anak-anak diluar sana tidak menyia-nyiakan ibu nya yang luar biasa. Menghargai
ibu juga menyayangi ibu. Berlaku lemah lembut juga bersikap baik.
Jalan
ku yang di tempuh kini sudah berubah,bu. Aku tidak lagi dilayani oleh ibu
tetapi sekarang aku melayani anak ku yang manis dan lucu. Seandainya, ibu bisa
disini melihat cucu ibu yang sehat dan juga menggemaskan pasti ibu sangat
senang. Salam rindu dari aku,bu. Semoga ibu bahagia di syurga-Nya. Dan salam
rindu dari cucu ibu yang kangen dengan neneknya.
Sekarang, hanya Do’a yang mampu melanjutkan
perjuanganku sebagai anakmu, bu. Ku ajarkan juga kepada anak-anak bahwa do’a
adalah yang paling penting dalam hidup. Kehidupan kita didunia juga kehidupan
kita diakhirat.
Kembali dengan keadaan berbeda sudah
melekat di diriku, bu, sebenarnya aku merasa tidak mampu melakukannya. Tetapi,
kenyataan hidup yang membawa ku sampai tujuan hidupku.
Aku, mencintaimu bu.

Komentar
Posting Komentar
Berikan Pesan Positif Anda :)