Langsung ke konten utama

BAGAIMANA BISA AKU BANGUN KEMBALI PADAHAL KEADAAN SUDAH BERBEDA



BAGAIMANA AKU BISA BANGUN KEMBALI,
PADAHAL KEADAAN SUDAH BERBEDA BU?


    Kesedihan mendalam yang  tak bisa ku utarakan dan juga tak bisa ku ungkapkan. Menangis dalam isak tangis yang begitu mendalam namun tidak bersuara tetapi mengalir deras air mata.

    Sangat sakit, perih, sesak dada betapa hebat kesedihan ini yaitu kehilangan ibu. Ibu adalah ibu negara kita didalam rumah, pembimbing kita didalam rumah, pedoman kita, pegangan kita dimana pun kita berada. Sangat tidak mampu melawan kesedihan ini,  hanya ingin mengulang waktu dan menghabiskan waktu bersama ibu.

    Masakan yang sehari-hari dirumah,  seringkali aku tolak bahkan aku komentari. Tidak semestinya aku melakukan itu, yang harus nya ku lakukan adalah tetap memakan masakan ibu..

    Ongkos yang diberikan ibu sebenarnya sudah sangat kurang untuk dipakai belanja sehari-hari, tempe pun tidak mampu membeli, terkadang kita memaksa ibu untuk memberikan uang jajan kepada kita. Tetapi, bagaimana  kemampuan ibu untuk mengolah uang seperkian yang tidak cukup untuk dibelanjakan. Tetapi, ibu tetap memprioritaskan kita.

    Dengan berkata, "ini, ibu ada uang segini buat kamu jajan semoga berkah yaa, hehhee". Dengan ketawa manisnya, kita tidak mengerti maksud ibu, bahwa ibu sangat dalam rintihannya dalam menangis. Tetapi, kita abai dalam melihat senyuman itu, kita balas dengan kecuekan dan ketidak pekaan kita. Sungguh tertutup hati dan mata kita.

    Sekarang, aku harus apa? Untuk tetap bisa menjalankan hidup ku sehari-hari? Bangku, yang biasa ibu tempati, kini tlah kosong. Dapur, yang biasa berisik bunyi kincrangan wajan dan spatula kini telah sunyi.

    Suara dentuman yang setiap jam nya kita dengar, kini telah hening dan hilang yaitu, suara ibu. Wahai ibu, dimana ibu berada? Aku sangat merindukan ibu? Aku ingin memeluk  ibu sekali saja.

    Aku ingin meminta pendapat ibu tentang bagaimana aku harus melangkah. Ibu adalah kotak suara ku. Dimana ada ibu disitu aku bersuara. Kini, suara ku tlah hilang bu. Mata ku tlah tak sanggup melihat. Air mata yang jatuh sudah tidak bisa di hapus.

    Ibu.. bisakah ibu kembali? Kembali menuntun jalan ku? Kini, kenyataan telah membawa ku, bu. Bahwa aku harus hidup sendiri. Bahwa aku harus kembali ke masa dimana ada ibu sehari-hari. Yang bersemangat, tersenyum, ceria, bebas berpendapat, dan kuat disegala hal,

    Tetapi bagaimana aku bisa bangun kembali bu, padahal keadaan sudah berbeda?

    Aku mengalami gejolak kehidupan yang besar pertama kali dalam hidup ku, kehilangan orang yang ku sayangi juga ku cintai, yaitu Ibu. Saat bersama ibu, aku merasa malu dan enggan memeluk. Kini, aku merasa sangat membutuhkan pelukan ibu.  Sikap keserakahan ku dan keegoisan ku menutup diri ku untuk berkata jujur kepada ibu. “ibu, bahwa aku mencintai mu lebih dari apapun. Tetapi, aku malu untuk mengungkapkannya. Aku merasa malu didepan mu ibu, padahal aku ingin sekali memeluk mu”.

    Keberanian yang ku pegang sekarang adalah hasil jerih payah mu dalam mengingatkanku, bu. Pondasi yang sekarang kuat ku pegang adalah hasil nasihat-nasihat mu, bu. Ibu, aku berharap kau bisa hadir dalam pernikahan ku,bu. Bisa meminang anakku juga cucu mu, bu. Tetapi, kau pergi begitu cepat lebih dari harapanku.

    Aku mengerti sekarang, betapa hebatnya aku lahir dari seorang ibu yang luar biasa dan betapa bodohnya aku baru menyadari nya setelah kepergian ibu. Dari, lubuk hati ku yang paling dalam semoga anak-anak diluar sana tidak menyia-nyiakan ibu nya yang luar biasa. Menghargai ibu juga menyayangi ibu. Berlaku lemah lembut juga bersikap baik.

     Jalan ku yang di tempuh kini sudah berubah,bu. Aku tidak lagi dilayani oleh ibu tetapi sekarang aku melayani anak ku yang manis dan lucu. Seandainya, ibu bisa disini melihat cucu ibu yang sehat dan juga menggemaskan pasti ibu sangat senang. Salam rindu dari aku,bu. Semoga ibu bahagia di syurga-Nya. Dan salam rindu dari cucu ibu yang kangen dengan neneknya.

    Sekarang, hanya Do’a yang mampu melanjutkan perjuanganku sebagai anakmu, bu. Ku ajarkan juga kepada anak-anak bahwa do’a adalah yang paling penting dalam hidup. Kehidupan kita didunia juga kehidupan kita diakhirat.

    Kembali dengan keadaan berbeda sudah melekat di diriku, bu, sebenarnya aku merasa tidak mampu melakukannya. Tetapi, kenyataan hidup yang membawa ku sampai tujuan hidupku.

    ADA BAGIAN  yang hilang dari diriku yaitu kehilangan mu, bu. Ibu terima kasih banyak. Sebenarnya, tidak ada kata yang cocok untuk menggambarkan betapa hebatnya dirimu. Kasih sayang mu juga tidak akan pernah putus,  akan ku teruskan kepada anak-anakku. Terima kasih banyak bu, atas nilai-nilai kehidupan yang kau berikan kepada ku sejak kecil.

Aku, mencintaimu bu


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembentukkan Karakter Anak Sebelum Terjun ke Dunia Pendidikan yang Sebenarnya

     KETIKA  AYAH IBU TELAH MENGERTI PERANNYA MASING-MASING!     Pendidikan berawal dari kita ketika didalam kandungan. Ibu kita membaca cerita dongeng, bernyanyi dengan riang, mengajarkan cara kita berdoa'a, dan Ayah kita mengajarkan cara berbicara yang baik. Saat kita hadir di dunia ini, kita diberikan pelukan pertama oleh ibu kita yang telah berjuang mempertaruhkan nyawanya hidup dan mati untuk menghadirkan kita di dunia ini. Saat kita menangis ketika baru lahir disitulah peran pendidik ibu dimulai,  dan kita lihat secara nyata.       Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, namun tak luput jua seorang Ayah sebagai pemegang kurikulum dan fasilitator untuk berjalanya pendidikan non formal bagi anak ketika berada dirumah. Ketika, ibu mengajarkan kata perkata huruf, susunan angka, bahkan mengajarkan agama kepada anak-anaknya di usia dini, itu berdampak besar bagi mereka pada saat mereka masuk ke dunia pendidikan formal ya...

SUDUT BUNTU

  APA YANG KALIAN KETAHUI TENTANG PERANG ABSTRAK? Disudutkan dengan sesuatu yang mengganggu jalan fikir kita bahkan bisa menjadi ancaman seluruh manusia. Kabar itu datang secara tiba-tiba dan mengagetkan orang personal. Diakibatkan, karena kelalaian kita dalam mengawasi gerak-gerik musuh. Terlalu lama kita berdiam diri dan berleha-leha dalam kehidupan yang megah. Sampai pada di titik, membangunkan adrenalin kita yang berimbas kepada gerakan-gerakan perlindungan.  Langkah pertama, yang terbesit difikiran kita pastilah bagaimana melindungi keluarga kita dari serangan musuh. yang padahal banyak nyawa yang harus di selamatkan. Ketar-ketir mencari benteng perlindungan agar bisa menjadi tombak yang menghancurkan. Tetapi, tetap saja musuh ada didepan mata. Percakapan dan kesepakatan adalah langkah awal untuk mencegah pertengkaran. Yang pada akhirnya menyetopkan pengiriman barang kepada pihak lawan yang sedang berseteru. Pihak lawan pun menjadi ketar-ketir karena bagaimana bisa ra...

STOP MENJADI ALAT PRAKTIK SUATU LEMBAGA

         BAGAIMANA CARA MENGETAHUI BONEKA BERJALAN? Mengatasnamakan rasa juga enggan melupa semua kejadian yang begitu memprihatinkan seperti sengaja dihilangkan atau dilupakan masyarakat. Duka dan perih masih dirasakan oleh keluarga yang ditinggalkan. Dengan kekuasaan yang kini kau pegang sudah bisa membangun bahkan melenyapkan orang. Pantas saja orang sepertimu melakukan hal seperti itu, karena hati dan mata mu sudah tertutup. Roh yang dibalut dengan jiwa disebut manusia, hati dan fikiran semestinya yang menjalankan. Tetapi, kamu bersikap seolah dikendalikan. Yaps, benar. Kamu adalah boneka nya. Dia adalah pemiliknya. Atau bisa disebut juga kamu adalah wayangnya sedangkan mereka adalah dalangnya. Sulit memang menjangkau fikiran orang dewasa, tetapi sangat mudah membaca tindakan bodoh yang dilakukan oleh orang dewasa. Hal konyol apa yang semestinya tidak ditampakan oleh orang dewasa. Bersikap bijaksana namun ingkar dengan sifat bijaksana bahkan jauh melampa...