Langsung ke konten utama

WHY? ALWAYS THEM? WHY NOT ME?

 



Why? Always Them? Why Not Me?

Oleh : Malika Defani Fajrin

 

Mengapa manusia berlomba-lomba untuk menjadi seperti orang lain? Padahal mereka adalah individu unik yang tidak mungkin dimiliki orang lain. Mengapa kamu ingin menjadi seperti orang lain? Padahal, mereka pun ingin menjadi seperti kamu.

RASA TIDAK PUAS - Ketika kamu merasa tidak puas dengan diri sendiri, rasa itu menimbulkan keinginan untuk bersaing dengan orang lain. Tanpa kamu sadari, kamu telah melukai diri sendiri. Mengapa kamu terus-menerus mengeluh bahwa kamu terluka atau dilukai oleh orang lain? Mengapa tidak bercermin, karena kamulah yang menaruh harapan lebih kepada orang lain agar kamu menjadi seperti mereka. Itulah sebabnya kamu terluka. Terkadang, memang ada beberapa hal yang seharusnya kamu terima, tetapi mungkinkah ketika hal itu belum sampai ke dirimu, kamu akan memaksanya untuk segera mendatangimu?

BAGIAN - Itu adalah bagian mereka. Kamu pun memiliki bagianmu masing-masing. Bisakah kamu menunggu sebentar? Karena bagianmu sedang dalam perjalanan menuju kamu. Berhentilah menjadi seperti mereka. Berhentilah menjadi seperti yang mereka inginkan. Kamu mempunyai kendali atas dirimu sendiri. Mereka pun sama, mempunyai kendali atas diri mereka sendiri.

PENGARUH SOSIAL - Memang benar, setiap individu memiliki keunikan dan potensi masing-masing yang tidak dimiliki oleh orang lain. Rasa tidak puas dan keinginan untuk menjadi seperti orang lain sering kali berasal dari perbandingan sosial dan tekanan eksternal. Namun, penting untuk menyadari bahwa kita memiliki kendali atas diri kita sendiri dan menghargai perjalanan serta bagian diri kita masing-masing. Menerima diri sendiri dan bersabar dengan proses yang kita jalani bisa membawa kedamaian dan kebahagiaan yang lebih besar. Setiap orang memiliki waktunya sendiri untuk mencapai tujuan dan impian mereka.

ROLE MODEL - Tetap saja, kamu ingin menjadi seperti yang kamu inginkan. Aku pun begitu. Ketika tidak ada cara lain untuk memperbarui hidup, untuk mengganti semangat hidup, aku akan mencari bahkan menjalankan apa yang mereka kerjakan. Tentunya, yang berdampak baik untukku dan yang membuat aku tidak kehilangan jati diriku yang sebenarnya. Aku adalah aku. Mereka adalah mereka. Aku bisa mengikuti gaya hidup mereka yang keren itu, tapi mereka tidak berhak mempengaruhi gaya hidupku yang sebenarnya. Aku menerima kebaikan untuk diriku, karena sebelumnya aku memfilternya. Simple bukan?

TERLALU BANYAK MENIRU ORANG LAIN - Bukankah itu berdampak buruk untuk dirimu? Kamu kehilangan kepercayaan dirimu, kamu kehilangan rasa puas sehingga tercipta perasaan iri dan ketidakpuasan, kamu kehilangan rasa aman atas dirimu sendiri, kamu kehilangan keaslian dirimu yang sebenarnya, serta mendatangkan rasa cemas dan depresi terutama jika kamu gagal mencapai standar hidup orang lain yang kamu kejar-kejar. Capek bukan? Ribet ya! Jadi, aturlah porsi terbaik untuk dirimu sendiri!

MENJADI AUTENTIK DAN UNIK - Bukankah itu bermanfaat untuk dirimu sendiri? Bahkan terciptanya aura khas dirimu yang orang lain bisa lihat tapi kamu tidak, loh. Why? Bukankah, kamu juga begitu? Melihat orang lain keren, padahal mereka bilang biasa saja. Itulah ciri khas manusia yang berhasil kamu miliki hasil dari kerja kerasmu menjadi autentik dan unik! Ketika kamu bisa hidup sesuai dengan nilai-nilai dan keunikanmu sendiri, kamu bisa lebih nyaman dan aman atas dirimu sendiri. Bahkan, kamu bisa lebih percaya diri mulai sekarang!

Komentar

Posting Komentar

Berikan Pesan Positif Anda :)

Postingan populer dari blog ini

Pembentukkan Karakter Anak Sebelum Terjun ke Dunia Pendidikan yang Sebenarnya

     KETIKA  AYAH IBU TELAH MENGERTI PERANNYA MASING-MASING!     Pendidikan berawal dari kita ketika didalam kandungan. Ibu kita membaca cerita dongeng, bernyanyi dengan riang, mengajarkan cara kita berdoa'a, dan Ayah kita mengajarkan cara berbicara yang baik. Saat kita hadir di dunia ini, kita diberikan pelukan pertama oleh ibu kita yang telah berjuang mempertaruhkan nyawanya hidup dan mati untuk menghadirkan kita di dunia ini. Saat kita menangis ketika baru lahir disitulah peran pendidik ibu dimulai,  dan kita lihat secara nyata.       Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, namun tak luput jua seorang Ayah sebagai pemegang kurikulum dan fasilitator untuk berjalanya pendidikan non formal bagi anak ketika berada dirumah. Ketika, ibu mengajarkan kata perkata huruf, susunan angka, bahkan mengajarkan agama kepada anak-anaknya di usia dini, itu berdampak besar bagi mereka pada saat mereka masuk ke dunia pendidikan formal ya...

SUDUT BUNTU

  APA YANG KALIAN KETAHUI TENTANG PERANG ABSTRAK? Disudutkan dengan sesuatu yang mengganggu jalan fikir kita bahkan bisa menjadi ancaman seluruh manusia. Kabar itu datang secara tiba-tiba dan mengagetkan orang personal. Diakibatkan, karena kelalaian kita dalam mengawasi gerak-gerik musuh. Terlalu lama kita berdiam diri dan berleha-leha dalam kehidupan yang megah. Sampai pada di titik, membangunkan adrenalin kita yang berimbas kepada gerakan-gerakan perlindungan.  Langkah pertama, yang terbesit difikiran kita pastilah bagaimana melindungi keluarga kita dari serangan musuh. yang padahal banyak nyawa yang harus di selamatkan. Ketar-ketir mencari benteng perlindungan agar bisa menjadi tombak yang menghancurkan. Tetapi, tetap saja musuh ada didepan mata. Percakapan dan kesepakatan adalah langkah awal untuk mencegah pertengkaran. Yang pada akhirnya menyetopkan pengiriman barang kepada pihak lawan yang sedang berseteru. Pihak lawan pun menjadi ketar-ketir karena bagaimana bisa ra...

STOP MENJADI ALAT PRAKTIK SUATU LEMBAGA

         BAGAIMANA CARA MENGETAHUI BONEKA BERJALAN? Mengatasnamakan rasa juga enggan melupa semua kejadian yang begitu memprihatinkan seperti sengaja dihilangkan atau dilupakan masyarakat. Duka dan perih masih dirasakan oleh keluarga yang ditinggalkan. Dengan kekuasaan yang kini kau pegang sudah bisa membangun bahkan melenyapkan orang. Pantas saja orang sepertimu melakukan hal seperti itu, karena hati dan mata mu sudah tertutup. Roh yang dibalut dengan jiwa disebut manusia, hati dan fikiran semestinya yang menjalankan. Tetapi, kamu bersikap seolah dikendalikan. Yaps, benar. Kamu adalah boneka nya. Dia adalah pemiliknya. Atau bisa disebut juga kamu adalah wayangnya sedangkan mereka adalah dalangnya. Sulit memang menjangkau fikiran orang dewasa, tetapi sangat mudah membaca tindakan bodoh yang dilakukan oleh orang dewasa. Hal konyol apa yang semestinya tidak ditampakan oleh orang dewasa. Bersikap bijaksana namun ingkar dengan sifat bijaksana bahkan jauh melampa...