Langsung ke konten utama

REMAJA

 





    REMAJA, DIBILANG ANAK KECIL BUKAN, DIBILANG DEWASA PUN BELUM!


    

Remaja adalah seorang anak yang akan tumbuh menjadi dewasa atau bahkan akan menjadi dewasa. Disebut anak kecil bukan, tetapi disebut dewasa pun belum. Usia pertengahan, yang akan ada penarikan dimana-mana. Saat nya, kita memilih akan mau kemana.

            Mau kemana kita? Akankah jalan yang sudah kita ambil benar? Akankah jalan ini bisa membuat kita bahagia? Pasti terbenak difikiran kita semua. Yang bisa kita harapkan hanyalah sebuah kebahagian dan kesenangan. Tidak peduli, proses apa yang akan kita terima dari hasil keputusan yang kita ambil. Akankah, keputusan yang kita ambil sudah benar? Saatnya, kita mencari tahu solusi dari setiap permasalahan yang ada. Tidak peduli, orang mau berkata apa. Semua keputusan ada di diri kita. Karena, kita yang menjalankan.

            Pernahkah, kamu merasa putus asa bahkan frustasi sampai menuju setres? Karena, diakibatkan oleh  keputusan yang kamu ambil tanpa proses fikir panjang. Kita semua pernah mengalaminya, tetapi hari tetaplah hari. Hari ini akan menjadi hari kemarin dan kita akan tumbuh di hari esok. Tanpa, kita melakukan apapun masalah akan hilang dengan sendirinya.

            Tetapi, jika kita hanya berdiam diri saja tanpa melakukan apa-apa. Dan tidak mengambil suatu proses, kita tidak akan menjadi apa yang kita inginkan. Walaupun, prosesnya begitu sulit, jatuh bangun, menangis dan ceria, seperti orang gila, percayalah.. bertahanlah kita akan menemukan jawabannya. Kita akan menemukan jawaban atas persoalan yang kita hadapi atau yang akan datang begitu saja.

            Ambillah proses itu, terimalah semua yang terjadi. Dan temukan diri kamu menjadi diri yang berbeda. Menjadi hebat dan juga luar biasa dengan cara yang berbeda. Karena, sejatinya tidak ada pelajaran yang lebih berharga daripada sebuah pengalaman. Dengan memberanikan diri kamu, terjun kedalam sebuah proses, menjadikan hidup kamu menjadi mudah untuk dijalankan.

Remaja bukan lagi hal yang biasa kita anggap remeh. Kita pun jangan menjadi remaja yang hanya pergi-pulang sekolah, naro tas, makan, tidur, main hp, dll. Kita yakinkan orang-orang disekitar kita, bahwa kita remaja yang berbeda dari remaja lainnya.

            Coba deh, kita eksplor dunia luar, mencari lebih jauh ada apa didunia luar? Sedang terjadi apa? Bagaimana solusinya? Pola fikir remaja harus kita ubah walaupun kita sesama remaja. Jadilah, remaja yang dapat berfikir kritis, yang banyak bertanya, tidak malu untuk melakukan aktifitas masyarakat. Atau apapun itu menulis, menggambar, mewarnai, jadikanlah mereka satu karya dalam hidupmu, dan terbitkanlah karya kamu! Karena, orang dewasa sukses itu sudah biasa. Tetapi, remaja sukses itu sungguh luar biasa.

            Remaja adalah individu misterius yang sulit orang dewasa tebak. Kita mau ini, terkadang orang lain salah kaprah. Kita mau itu, terkadang orang juga salah mengartikan. Sulit memang membangun sebuah kepercayaan. Masa remaja adalah masa penentuan, kamu bisa saja memilih seseorang untuk menjadi kepercayaanmu, atau kamu bisa menjadi salah satu kepercayaan seseorang. 

PERCAYA kepada suatu hal memang tidak mudah, hal yang biasa kita rasakan kadang kali berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Bisa saja, sekarang kamu berkata mau, besok sudah berkata tidak mau. Sering bergonta-ganti kepercayaan, itulah ciri khas remaja. Mereka sulit menentukan pilihan tepat untuk hidup mereka. Bahkan, mereka pun tidak tahu alasan tepat mereka memilih.

Remaja yang cerdas adalah yang mampu menyeimbangkan hidup. Dapat beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda-beda. Dapat merespon lingkungan sekitarnya dengan baik dan ramah. Mereka sopan terkadang juga mereka lucu. Tetapi, adakala kita bingung mengartikan arti maksud yang disampaikan oleh remaja tersebut.

Peran organisasi pra dewasa memang perlu untuk di gebyarkan kepada remaja. Mengorganisir remaja dalam mengolaah fikiran dan juga menjaga hasrat remaja. Membuat aktif remaja dalam kegiatan keagamaan dan juga ilmu sosial. Pentingnya organisasi perlu ditanamkan di hati remaja pun para orang tua. Terkadang, yang banyak saya temui adalah salah satu remaja keluar dari organisasi nya salah satunya faktor orang tua. Mereka menarik anaknya keluar, dengan dalih agar fokus ujian. Saat ujian sudah selesai, anaknya luntang-lantung tidak ada kerjaan.

            Memang ada dua kategori : pertama, orang tua penyuka organisasi.  Kedua, orang tua tidak menyukai organisasi. Ada lagi yang saya temui dalam kehidupan organisasi : pertama, orang tua suka organisasi, anak tidak suka organisasi. Alhasil, orang tua tidak bisa memaksa kehendak anaknya. Kedua, orang tua tidak suka organisasi tetapi, anak suka berorganisasi. Alhasil, anaknya berdiri tanpa support system dari kedua orang tuanya. Yang ketiga, orangtua suka organisasi, anak juga sangat suka berorganisasi. Sehingga kehidupan keduanya berjalan seimbang. Orangtua nya turut membantu berdonasi dalam mengembangkan organisasi anaknya.

Sebenernya, banyak yang dapat dilakukan remaja pada umumnya. Hanya saja, yang dapat mengorganisir yang baik hanyalah organisasi. Tentunya, organisasi yang baik dan juga bermanfaat untuk banyak orang dan khususnya diri kita sendiri. Dengan organisasi, dapat mengembangkan diri kita menjadi baik, kita jadi tahu mau kemana arah kita. Apalagi, ditemui oleh teman-teman yang sefrekuensi. Teman-teman yang membuat diri kita lebih percaya diri. Lebih PD lagi tampil didepan. Melatih diri kita untuk berani berbicara didepan banyak orang. 

Mari, menjadi remaja aktif, produktif, dan inspiratif. Jangan tenggelam hanya karena meningkatnya zaman yang semakin pesat. Berlomba-lombalah dalam kebaikan. Terima kasih. Salam Qiimfajrin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembentukkan Karakter Anak Sebelum Terjun ke Dunia Pendidikan yang Sebenarnya

     KETIKA  AYAH IBU TELAH MENGERTI PERANNYA MASING-MASING!     Pendidikan berawal dari kita ketika didalam kandungan. Ibu kita membaca cerita dongeng, bernyanyi dengan riang, mengajarkan cara kita berdoa'a, dan Ayah kita mengajarkan cara berbicara yang baik. Saat kita hadir di dunia ini, kita diberikan pelukan pertama oleh ibu kita yang telah berjuang mempertaruhkan nyawanya hidup dan mati untuk menghadirkan kita di dunia ini. Saat kita menangis ketika baru lahir disitulah peran pendidik ibu dimulai,  dan kita lihat secara nyata.       Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, namun tak luput jua seorang Ayah sebagai pemegang kurikulum dan fasilitator untuk berjalanya pendidikan non formal bagi anak ketika berada dirumah. Ketika, ibu mengajarkan kata perkata huruf, susunan angka, bahkan mengajarkan agama kepada anak-anaknya di usia dini, itu berdampak besar bagi mereka pada saat mereka masuk ke dunia pendidikan formal ya...

SUDUT BUNTU

  APA YANG KALIAN KETAHUI TENTANG PERANG ABSTRAK? Disudutkan dengan sesuatu yang mengganggu jalan fikir kita bahkan bisa menjadi ancaman seluruh manusia. Kabar itu datang secara tiba-tiba dan mengagetkan orang personal. Diakibatkan, karena kelalaian kita dalam mengawasi gerak-gerik musuh. Terlalu lama kita berdiam diri dan berleha-leha dalam kehidupan yang megah. Sampai pada di titik, membangunkan adrenalin kita yang berimbas kepada gerakan-gerakan perlindungan.  Langkah pertama, yang terbesit difikiran kita pastilah bagaimana melindungi keluarga kita dari serangan musuh. yang padahal banyak nyawa yang harus di selamatkan. Ketar-ketir mencari benteng perlindungan agar bisa menjadi tombak yang menghancurkan. Tetapi, tetap saja musuh ada didepan mata. Percakapan dan kesepakatan adalah langkah awal untuk mencegah pertengkaran. Yang pada akhirnya menyetopkan pengiriman barang kepada pihak lawan yang sedang berseteru. Pihak lawan pun menjadi ketar-ketir karena bagaimana bisa ra...

STOP MENJADI ALAT PRAKTIK SUATU LEMBAGA

         BAGAIMANA CARA MENGETAHUI BONEKA BERJALAN? Mengatasnamakan rasa juga enggan melupa semua kejadian yang begitu memprihatinkan seperti sengaja dihilangkan atau dilupakan masyarakat. Duka dan perih masih dirasakan oleh keluarga yang ditinggalkan. Dengan kekuasaan yang kini kau pegang sudah bisa membangun bahkan melenyapkan orang. Pantas saja orang sepertimu melakukan hal seperti itu, karena hati dan mata mu sudah tertutup. Roh yang dibalut dengan jiwa disebut manusia, hati dan fikiran semestinya yang menjalankan. Tetapi, kamu bersikap seolah dikendalikan. Yaps, benar. Kamu adalah boneka nya. Dia adalah pemiliknya. Atau bisa disebut juga kamu adalah wayangnya sedangkan mereka adalah dalangnya. Sulit memang menjangkau fikiran orang dewasa, tetapi sangat mudah membaca tindakan bodoh yang dilakukan oleh orang dewasa. Hal konyol apa yang semestinya tidak ditampakan oleh orang dewasa. Bersikap bijaksana namun ingkar dengan sifat bijaksana bahkan jauh melampa...